Beranda
Berita
Spesifikasi Program S1

Spesifikasi Program S1

Program / Learning Outcomes / Kurikulum / Sinopsis Matakuliah / E-Learning / Silabus Matakuliah

Kompetensi Umum Lulusan
Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 8 tahun 2012 tentang Kerangka Kua-lifikasi Nasional Indonesia (KKNI), deskripsi kompetensi lulusan sarjana adalah pada level 6 sebagai berikut:

  1. Mampu mengaplikasikan bidang keahliannya dan memanfaatkan IPTEKS pada bidangnya dalam penyelesaian masalah serta mampu beradaptasi terhadap situasi yang dihadapi.
  2. Menguasai konsep teoritis bidang pengetahuan tertentu secara umum dan konsep teoritis bagian khusus dalam bidang pengetahuan tersebut secara mendalam, serta mampu memformulasikan penyelesaian masalah prosedural.
  3. Mampu mengambil keputusan yang tepat berdasarkan analisis informasi dan data, dan memberikan petunjuk dalam memilih berbagai alternatif solusi secara mandiri dan kelompok.
  4. Bertanggung jawab pada pekerjaan sendiri dan dapat diberi tanggung jawab atas pencapaian hasil kerja organisasi.

Kompetensi umum lulusan program pendidikan sarjana sesuai Standar Nasi-onal Pendidikan Tinggi (SN-Dikti) adalah sebagai berikut:

  1. mampu menerapkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan inovatif dalam konteks pengembangan atau implementasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora yang sesuai dengan bidang keahliannya;
  2. mampu menunjukkan kinerja mandiri, bermutu, dan terukur;
  3. mampu mengkaji implikasi pengembangan atau implementasi ilmu pengeta-huan dan teknologi dengan memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora yang sesuai dengan keahliannya berdasarkan kaidah, tata cara dan etika ilmiah dalam rangka menghasilkan solusi, gagasan, atau desain;
  4. mampu mengambil keputusan secara tepat dalam konteks penyelesaian masa-lah di bidang keahliannya berdasarkan hasil analisis informasi dan data;
  5. mampu bertanggung jawab atas pencapaian hasil kerja kelompok dan melaku-kan supervisi serta evaluasi terhadap penyelesaian pekerjaan yang ditugaskan kepada pekerja yang berada di bawah tanggung jawabnya;
  6. mampu melakukan proses evaluasi diri terhadap kelompok kerja yang berada di bawah tanggung jawabnya, dan mampu mengelola pembelajaran secara mandiri.

Capaian Pembelajaran Program Studi
Secara umum, lulusan Program Studi Teknologi Pangan memiliki kompetensi dalam merancang proses penambahan nilai terhadap bahan pangan berda-sarkan prinsip-prinsip ilmu pangan dan manajemen dengan memadukan berbagai unit operasi untuk menghasilkan produk pangan yang aman dan bermutu. Berdasarkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), kompetensi lulusan sarjana harus memenuhi 3 (tiga) aspek kompetensi, yaitu (1) aspek kemampuan di bidang kerja; (2) aspek lingkup kerja berdasarkan pengetahuan yang dikuasai; dan (3) aspek sikap dan tanggung jawab. Kompetensi lulusan Program Studi Tekno-logi Pangan IPB dirumuskan dalam deskripsi capaian pembelajaran program studi (program learning outcomes) sebagai berikut:

  1. Menguasai prinsip ilmu pangan (kimia dan analisis pangan, mikrobiologi dan keamanan pangan, rekayasa dan pengolahan pangan, biokimia pangan dan gizi dan ilmu pangan terapan).
  2. Mampu menerapkan prinsip ilmu pangan secara terpadu dalam proses pengolahan pangan untuk menghasilkan pangan yang aman dan bermutu.
  3. Mampu berkomunikasi secara lisan dan tulisan yang terkait dengan aspek teknis dan non-teknis.
  4. Mampu berfikir secara kritis dan analitis, memecahkan permasalahan, bertanggung jawab atas pekerjaannya secara mandiri, dan membuat keputusan secara tepat berdasarkan data dan informasi.
  5. Mampu bekerja dalam tim, berinteraksi dengan orang lain yang berbeda latar belakang, terampil dalam berorganisasi dan memimpin dalam berbagai situasi.
  6. Memiliki komitmen terhadap profesionalisme dan nilai-nilai etika.

Standar dan Essential Learning Outcomes

Kurikulum Program Studi Teknologi Pangan (K-2020) merujuk pada rekomendasi dari IFT dan PATPI, sehingga kurikulum yang diberlakukan mencakup 11 standar yang direkomendasikan IFT dan satu standar tambahan yang direkomendasikan oleh PATPI sebagai berikut: 

  1. Kimia Pangan (Food chemistry, FC). Struktur dan sifat komponen pangan (air, karbohidrat, pro-tein, lipid, komponen lain, dan bahan tambahan pangan); kimia perubahan yang terjadi selama proses pengolahan, penyimpanan, dan penggunaan.
  2. Mikrobiologi pangan (food microbiology, FM). Mikroorganisme dalam pangan termasuk yang berguna, bersifat patogen, dan pembusuk; pengaruh sistem pangan pada pertumbuhan, kelangsungan hidup, dan cara pengen-daliannya.
  3. Keamanan pangan (food safety, FS). Bahaya (fisik, kimia, biologis) yang terkait dengan pangan dan sistem pangan; transmisi dan cara pengendaliannya.
  4. Rekayasa dan proses pangan (food engineering dan processing, FE). Prinsip rekayasa pangan; pengawetan dan pengolahan pangan; bahan dan metode pengemasan; sanitasi; dan higiene, pengelolaan air dan limbah pengolahan pangan.
  5. Ilmu sensori (sensory science, SS). Metode sensori untuk menilai sifat sensoris pangan.
  6. Mutu pangan (quality assurance, QA). Prinsip pengendalian dan jaminan mutu pangan.
  7. Peraturan dan regulasi pangan (Food law and regulation, FL). Peraturan pemerintah yang diperlukan dalam proses pro-duksi dan pemasaran produk pangan.
  8. Biokimia pangan dan gizi (Food biochemistry & nutrition, FB). Proses biokimia, konsep dasar gizi dan hubungan antara konsumsi pangan dan status gizi, peran zat gizi dan senyawa bioaktif, dan efek konsumsi pangan terhadap kesehatan, fungsionalitas komponen pangan dan teknik laboratorium yang umum digunakan dalam biokimia terapan dan uji biologis.
  9. Analisis data dan statistka (data and statistical analysis, DS). Pengumpulan, analisis, interpretasi, dan penyajian data.
  10. Berfikir kritis dan penyelesaian masalah (critical thinking and problem solving, CT). Penalaran ilmiah dan penyelesaian masalah yang terkait aspek teknis.
  11. Komunikasi (food science communication, CM). Komunikasi lisan dan tertulis dalam forum ilmia
  12. Profesionalisme & kepemimpinan) (Professionalism & leadership, PL). Organisasi dan manajemen proyek; keterampilan yang diperlukan untuk bekerja dan berinteraksi dengan individu dari berbagai latar belakang.

Selanjutnya dari standar tersebut diturunkan menjadi Essential Learning Outcomes (ELOs) sebagai berikut:

Kimia Pangan (Food chemistry, FC)         

  1. FC.1 Menjelaskan reaksi kimia utama yang terjadi dalam pangan dan hubungannya dengan umur simpan produk pangan.
  2. FC.2 Menjelaskan fenomena kimia yang mendasari sifat dan reaksi berbagai komponen pangan.
  3. FC.3 Menerapkan prinsip kimia pangan untuk mengendalikan reaksi-reaksi kimia yang terjadi di dalam sistem pangan.
  4. FC.4 Mendemonstrasikan teknik laboratorium terkait dengan kimia pangan dasar dan terapan.
  5. FC.5 Mendemonstrasikan keterampilan praktik di laboratorium analisis kimia pangan.
  6. FC.6 Menjelaskan prinsip dan teori analisis kimia pangan.
  7. FC.7 Mengevaluasi teknik analisis kimia pangan yang sesuai dalam menyelesaikan masalah praktis yang diberikan.
  8. FC.8 Merancang pendekatan analisis kimia yang sesuai untuk menyelesaikan permasalahan praktis yang dihadapi.

Mikrobiologi pangan (food microbiology, FM)

  1. FM.1 Mengidentifikasi mikroorganisme yang bemanfaat, pato-gen dan pembusuk dalam pangan dan kondisi yang sesuai untuk pertumbuhannya.                                                                                    
  2. FM.2 Menjelaskan kondisi yang sesuai untuk membunuh atau mengendalikan mikroba pembusuk dan patogen dalam pangan.                                   
  3. FM.3 Mengaplikasikan teknik laboratorium untuk mengidentifi-kasi mikroorganisme dalam pangan
  4. FM.4 Mengaplikasikan prinsip pengawetan dan pengolahan pangan melalui proses fermentasi                                                           
  5. FM.5 Menjelaskan pengaruh kondisi lingkungan yang berbeda (misal aktivitas air, pH, suhu, dan oksigen) terhadap kemampuan adaptasi, pertumbuhan dan inaktivasi mikroba.
  6. FM.6 Memilih teknik laboratorium yang sesuai untuk meng-identifikasi mikroba dalam pangan.                                                  

Keamanan pangan (food safety, FS)

  1. FS.1 Mengidentifikasi potensi bahaya dan isu keamanan pangan dalam pangan tertentu.
  2. FS.2 Mendeskripsikan terjadinya kontaminasi pangan yang disebabkan oleh cemaran fisik, kimia dan biologi.
  3. FS.3 Menjelaskan metode yang sesuai untuk mengendalikan bahaya fisik, kimia dan biologi dalam pangan.
  4. FS.4 Mengevaluasi kondisi yang sesuai (termasuk praktek sanitasi) untuk mengendalikan mikroba patogen dalam pangan.
  5. FS.5 Memilih teknik pengambilan contoh yang sesuai dengan kondisi lingkungan
  6. FS.6 Merancang rencana keamanan pangan (food safety plan) dalam suatu proses produksi pangan

Rekayasa dan proses pangan (food engineering dan processing, FE)            

  1. FE.1 Menjelaskan prinsip rekayasa pangan (pindah massa, pindah panas, aliran fluida, dan termodinamika).
  2. FE.2 Memformulasikan prinsip neraca massa dan energi dalam suatu proses produksi pangan
  3. FE.3 Memilih sumber dan keragaman bahan baku pangan, dan menjelaskan pengaruhnya terhadap operasi proses pengolahan pangan.
  4. FE.4 Merancang metode proses pengolahan untuk menghasil-kan produk pangan yang aman dan bermutu tinggi.
  5. FE.5 Menggunakan unit operasi untuk memproduksi produk pangan tertentu pada skala laboratorium dan pilot plant.
  6. FE.6 Menjelaskan pengaruh metode pengawetan dan pengo-lahan terhadap mutu produk pangan.
  7. FE.7 Memilih jenis kemasan dan metode pengemasan yang sesuai dengan sifat pangan.
  8. FE.8 Menjelaskan prinsip dan praktek pembersihan dan sanitasi fasilitas pengolahan pangan.
  9. FE.9 Mengaplikasikan persyaratan dan metode pengolahan air untuk pengolahan pangan dan penanganan limbah dari pengolahan pangan

Ilmu sensori (sensory science, SS)             

  1. SS.1 Menjelaskan dasar fisiologi dan psikologi dari uji sensori.
  2. SS.2 Menerapkan rancangan percobaan dan metode statistika untuk diaplikasikan dalam uji sensori.
  3. SS.3 Memilih metode uji sensori yang sesuai untuk menyelesai-kan permasalahan yang terkait produk pangan.

Mutu pangan (quality assurance, QA)     

  1. QA.1 Menjelaskan terminologi keamanan dan mutu pangan.
  2. QA.2 Menerapkan prinsip jaminan dan pengendalian mutu pangan.
  3. QA.3 Mengembangkan standar dan spesifikasi produk pangan tertentu.
  4. QA.4 Mengevaluasi penerapan sistem pengendalian mutu pangan (misal: Statistical process control).

Biokimia pangan dan gizi (Food biochemistry & nutrition, FB)

  1. FB.1 Menjelaskan proses biokimia, konsep dasar ilmu gizi dan hubungan antara konsumsi pangan dengan status gizi
  2. FB.2 Menjelaskan peranan biologis pangan (zat gizi dan kom-ponen bioaktif), dan pengaruh positif dan negatif dari mengkonsumsi pangan dalam bentuk alami dan olahan terhadap kesehatan.
  3. FB.3 Menghubungkan fungsi pangan (zat gizi dan komponen bioaktif) terhadap kesehatan manusia (kelebihan atau kekurangan gizi)
  4. FB.4 Mengaplikasikan teknik laboratorium dasar dalam analisis biokimia dan evaluasi nilai biologis komponen pangan.

Peraturan dan regulasi pangan (Food law and regulation, FL)

  1. FL.1 Mendeskripsikan kerangka kerja peraturan pemerintah yang diperlukan dalam produksi dan pemasaran produk pangan.
  2. FL.2 Mendeskripsikan proses perumusan kebijakan dan pera-turan di bidang pangan.
  3. FL.3 Menerapkan peraturan dan regulasi pangan yang berlaku sesuai dengan konteksnya.
  4. FL.4 Menganalisis kasus tertentu dan menghubungkannya dengan peraturan dan regulasi pangan yang berlaku.

Analisis data dan statistka (data and statistical analysis, DS)

  1. DS.1 Menggunakan prinsip statistika dalam aplikasi ilmu pangan.
  2. DS.2 Menerapkan teknik pengumpulan dan analisis data yang sesuai.
  3. DS.3 Mengkonstruksi data secara visual sehingga mudah untuk diinterpretasikan.

Berfikir kritis dan penyelesaian masalah (critical thinking and problem solving, CT)           

  1. CT.1 Memanfaatkan sumber informasi dan bukti ilmiah.
  2. CT.2 Menerapkan kemampuan berfikir analitis untuk menye-lesaikan masalah.
  3. CT.3 Menerapkan prinsip ilmu pangan dalam masalah praktis dan situasi nyata yang dihadapi.
  4. CT.4 Memilih teknik analisis yang sesuai ketika dihadapkan pada masalah praktis.
  5. CT.5 Mengevaluasi informasi ilmiah.

Komunikasi (food science communication, CM)

  1. CM.1 Menulis makalah teknis yang sesuai dengan konteks masalah yang dikaji
  2. CM.2 Menyiapkan presentasi oral yang sesuai untuk forum ilmiah.
  3. CM.3 Menyiapkan bahan informasi yang terkait dengan ilmu pangan untuk audien yang beragam

Profesionalisme & kepemimpinan) (Professionalism & leadership, PL)

  1. PL.1 Mendemonstrasikan kemampuan bekerja secara mandiri dan dalam tim.
  2. PL.2 Melaksanakan tugas untuk mencapai tujuan/target yang ditetapkan.
  3. PL.3 Menunjukkan kemampuan sosial dan kultural dalam masyarakat yang beragam.
  4. PL.4 Mendeskripsikan contoh yang terkait etika dalam bidang ilmu pangan.