Beranda
Berita
Program Pengembangan

Program Pengembangan

Melihat tantangan dan ancaman sekarang dan di masa datang yang semakin besar di era globalisasi, maka pengembangan Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan (ITP) memerlukan peran aktif dari seluruh civitas akademika untuk terlibat di dalamnya melalui penguatan budaya kolegialitas. Arah pengembangan juga harus membawa kemajuan bagi segenap civitas akademika Departemen ITP. Berbagai peluang kerjasama internasional di bidang tridarma dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk pengembangan Departemen ITP dan exposure mahasiswa pada lingkungan internasional.

Berdasarkan kondisi yang telah dijelaskan di atas, maka dirumuskan strategi pengembangan departemen yang terintegrasi yang diharapkan mampu membawa Departemen ITP menjadi penyelenggara pendidikan tinggi unggul di tingkat nasional, regional dan internasional, sehingga dapat berdampak pada peningkatan daya saing lulusan di era global. Karena Departemen ITP telah menetapkan di dalam visinya keunggulan pendidikan tinggi di bidang ilmu dan teknologi pangan yang terkemuka yang bertaraf internasional, maka internasionalisasi Departemen sangat diperhatikan dalam penyusunan strategi pengembangan Departemen. Departemen ITP dituntut untuk membangun reputasi internasional dan memperkuat pelayanan prima, baik dalam hal pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Departemen ITP dituntut untuk semakin meningkatkan kualitas internalnya dan mampu memperkuat jejaring eksternal dengan institusi-institusi di dalam dan di luar lingkungan IPB.

Dalam rangka menuju Departemen ITP yang memiliki reputasi unggul di tingkat nasional, regional dan internasional, maka dirumuskan empat (4) strategi dalam pengembangan Departemen ITP, yaitu (1) Strategi academic excellence, (2) Strategi excellent service, (3) Strategi income generating, dan (4) Strategi internasionalisasi. Strategi tersebut perlu didukung dengan sistem manajemen Departemen yang kuat dan sistem penjaminan mutu internal yang handal.

Strategi Academic Excellence
Proses internasionalisasi Departemen ITP didukung dengan usaha untuk menciptakan ‘academic excellence’ dalam hal input, proses dan output kegiatan pendidikan, riset dan pengabdian pada masyarakat. Penyelenggaraan kegiatan pendidikan di seluruh jenjang pendidikan mengacu kepada standar internasional. Usaha Departemen ITP mendapatkan status approval untuk Program Studi Teknologi Pangan dari IFT merupakan langkah strategis yang dalam mewujudkan kegiatan pendidikan yang berstandar internasional, serta menyetarakan program pendidikan sarjana di IPB dengan program studi yang sama di universitas di Amerika Utara. Keberhasilan Departemen ITP memperoleh status “Approved Undergraduate Program” merupakan tonggak penting dalam pengakuan departemen di tingkat internasional. Proses pengakuan internasional dari International Union of Food Science and Technology (IUFoST) juga akan memperluas pengakuan Departemen ITP bukan hanya di Amerika Utara tetapi juga di tingkat dunia. Penyelenggaraan pendidikan untuk program studi Magister dan Doktor pun terus dilakukan dengan mengembangkan kurikulum yang selalu dimutahirkan dengan perkembangan ilmu dan teknologi di dunia, isu-isu global di bidang pangan, gizi dan kesehatan, dan kebutuhan pemangku kepentingan, serta selaras dengan KKNI.

Academic excellence diharapkan menarik minat calon mahasiswa untuk belajar di Departemen ITP. Adanya peningkatan jumlah pelamar dan rasio keketatan untuk masing-masing jenjang pendidikan menjadi tolok ukur ketertarikan (attractiveness) calon mahasiswa belajar di Departemen ITP. Academic excellence dicapai dengan perbaikan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan pasar dan perkembangan keilmuan, peningkatan mutu input (tenaga dosen, tenaga kependidikan, mutu mahasiswa, dan fasilitas), perbaikan proses penjaminan mutu internal di dalam proses pembelajaran dan perbaikan mutu output. Strategi promosi dirumuskan dengan baik untuk mempertahankan attractiveness dari calon mahasiswa, khususnya disusun strategi promosi yang efektif untuk menghadapi persaingan memperoleh mahasiswa bermutu.

Output akademik yang merupakan tolok ukur excellence adalah mutu lulusan untuk seluruh jenjang pendidikan, hasil penelitian dan pengabdian pada masyarakat yang dilakukan oleh civitas akademika Departemen ITP. Ketepatan waktu penyelesaian studi, indeks prestasi kumulatif (IPK) lulusan, dan employability (daya saing lulusan di dunia kerja dan kesesuaian bidang pekerjaan) merupakan tolok ukur output kegiatan pendidikan yang penting untuk terus ditingkatkan. Jurnal, publikasi, hak kekayaan intelektual, skripsi, tesis, dan disertasi yang dihasilkan merupakan tolok ukur output kegiatan penelitian bahwa Departemen ITP menghasilkan karya ilmiah dalam dunia pendidikan. Kontribusi departemen dalam penguatan industri pangan (termasuk di dalamnya kelompok usaha kecil dan menengah) melalui knowledge and technology transfer yang terstruktur merupakan tolok ukur dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat.

Untuk mendukung kelangsungan research excellence, maka Departemen ITP menetapkan target publikasi di jurnal nasional dan internasional setiap tahunnya. Departemen ITP juga memotivasi dan memfasilitasi staf pengajar untuk melakukan penelitian yang bermutu dengan memanfaatkan berbagai skema pendanaan dan peluang kerjasama penelitian dengan berbagai pihak. Departemen ITP juga memfasilitasi hasil penelitian civitas akademika untuk dipublikasikan dalam bentuk penerbitan buku, majalah dan jurnal ilmiah nasional dan internasional. Agar arah dan proses penelitian lebih fokus, bermutu dan berkesinambungan, maka setiap Bagian di Departemen ITP menentukan fokus penelitian dan mengerahkan sumber dayanya dalam melakukan penelitian yang bermutu, bermanfaat bagi masyarakat dan mampu menjawab permasalahan di bidang pangan, gizi dan kesehatan, serta menerjemahkan makna ‘penentu kecenderungan’ (trend-setter) di bidang penelitian sebagaimana tercantum dalam visi Departemen.

Strategi Excellent Service
Peningkatan mutu penyelenggaraan kegiatan akademik juga mengarah pada pelayanan paripurna (excellent service). Oleh karena itu, Departemen ITP terus meningkatkan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan, sehingga mereka secara optimal menjalankan peran dan tugasnya dalam memberikan pelayanan akademik yang terbaik bagi mahasiswa. Kegiatan pelatihan dirancang dan dilaksanakan untuk meminimalkan gap antara tuntutan tugas dengan kompetensi yang diperlukan. Integrasi pelayanan akademik untuk seluruh jenjang pendidikan (S1, S2, S3) dilakukan sebagai langkah efisiensi dan peningkatan mutu layanan. Pengelolaan dan pelayanan laboratorium untuk kegiatan pendidikan dan penelitian dosen dan mahasiswa di lingkungan Departemen ITP juga terus diperkuat. Departemen ITP tanggap terhadap persaingan dan peningkatan mutu pelayanan yang dilakukan oleh program studi lain di dalam dan di luar IPB. Oleh karena itu, prinsip-prinsip (best practices) dalam ISO 9001:2008 diterapkan dalam pengelolaan layanan administrasi di departemen.

Untuk menjadi institusi dengan reputasi internasional, Departemen ITP perlu ditunjang oleh sistem dan infrastruktur yang memudahkan dalam pengumpulan, tabulasi dan akses seluruh data dan informasi terkait dengan kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Data dan informasi semakin mudah diakses oleh mahasiswa, dosen dan stakeholder di dalam dan luar negeri.

Strategi Income Generating
Untuk mewujudkan academic excellence, maka Departemen ITP memerlukan sumber pendanaan yang memadai. Oleh karena itu, Departemen ITP dituntut untuk mampu men-generate sumberdaya finansial untuk membiayai program pengembangan internal (capacity buiding), pendidikan dan penelitian yang bermutu internasional. Semangat kewirausahaan (entrepreneurship) dikembangkan dan diterjemahkan ke dalam program dan langkah-langkah strategis untuk penggalangan dana dari berbagai sumber. Program pendidikan, pelatihan, pengajaran dan penelitian diarahkan untuk mampu menciptakan keberlanjutan (sustainability) melalui upaya memperoleh pendanaan dari berbagai sumber.

Sumber pendanaan utama bagi Departemen ITP untuk kegiatan pendidikan adalah dari pemasukan SPP mahasiswa. Untuk memperoleh sumber pendanaan tambahan dalam mendukung kegiatan penelitian dosen dan mahasiswa, penguatan laboratorium pendidikan dan riset (untuk renovasi fasilitas laboratorium, melengkapi peralatan analisis dan proses, dan perawatan peralatan/instrumen yang telah ada), menggalang dana beasiswa untuk mahasiswa kurang mampu, serta peningkatan kesejahteraan dosen dan tenaga kependidikan, maka Departemen ITP secara aktif menggalang potensi sumber pendanaan, baik melalui pendanaan yang disediakan pemerintah, inisiasi kerjasama dengan berbagai pihak (swasta, pemerintah, lembaga internasional, swasta dan alumni), maupun pengembangan Satuan Usaha Akademik (SUA).

Strategi Internasionalisasi
Strategi internasionalisasi Departemen ITP ditempuh secara bertahap dengan membangun reputasi internasional Departemen ITP, yaitu dengan memperkuat posisi di tingkat regional (Asia Tenggara), baik terkait dengan reputasi dalam penyelenggaraan akademik, reputasi dosen, reputasi mahasiswa maupun reputasi lulusan. Reputasi penyelenggaraan akademik ditunjukkan dengan indikator penerapan kurikulum berstandar internasional dan sistem penyelenggaraan akademik yang diakui secara internasional (IFT dan IUFoST), pelayanan akademik yang memberikan kepuasan kepada stakeholder di dalam dan luar negeri, dan jumlah mahasiwa asing. Reputasi internasional dosen ditunjukkan dengan tolok ukur jumlah publikasi internasional, jumlah publikasi internasional yang terindeks (seperti scopus atau Google scholar), dosen yang menduduki posisi di level internasional, penghargaan internasional, dan kerjasama internasional. Reputasi internasional mahasiswa ditunjukkan dengan perolehan penghargaan internasional, dan mobilitas mahasiswa dalam kegiatan seminar internasional, program pertukaran mahasiswa, dan sebagainya. Reputasi internasional lulusan ditunjukkan dengan jumlah lulusan yang bekerja di institusi, perusahaan atau lembaga-lembaga internasional. Penguatan kemampuan komunikasi lisan dan tulisan dalam bahasa Inggris dari dosen dan mahasiswa menjadi sangat penting diperhatikan.

Untuk menyetarakan mutu pendidikan dan penelitian, yang sekaligus menjadi modal untuk bisa bersaing di tingkat nasional, regional dan internasional, maka dipersiapkan tahapan-tahapan untuk menuju internasionalisasi tersebut. Dalam kegiatan akademik, strategi awal yang ditempuh adalah dengan menyelaraskan kurikulum dan standar pendidikan yang diakui secara internasional, yaitu dengan mengacu pada standar IFT. Status “Approved Undergraduate Program” dari IFT dan IUFoST dipertahankan dengan melakukan proses continuous improvement. Pengakuan internasional ini diharapkan mendorong kerjasama internasional di bidang pendidikan (misalnya credit transfer program dan student exchange program) dan menarik minat calon mahasiswa asing untuk belajar di Departemen ITP. Pembukaan kelas internasional yang dapat ditawarkan bagi mahasiswa asing dan mahasiswa lokal sebagai tambahan dari kelas reguler juga dipersiapkan.

Pengembangan kegiatan akademik bertaraf internasional dilakukan melalui persiapan penyelenggaraan kelas internasional untuk Program Studi Teknologi Pangan. Di antara ciri program studi di kelas internasional yang dikembangkan adalah sebagai berikut: (1) lulusan memiliki kompetensi tambahan di bidang ilmu dan teknologi pangan yang terkait dengan isu pangan global/internasional, (2) menggunakan bahasa berbahasa Inggris sebagai bahasa pengantar, (3) terdapat dosen tamu dari universitas di luar negeri, (4) ditawarkan untuk mahasiswa asing dan mahasiswa lokal, (5) mahasiswa memiliki dua pilihan program yang dapat diikuti, yaitu program 3+1 (3 tahun belajar di IPB dan 1 tahun di universitas mitra di luar negeri) atau 4+0 (4 tahun belajar di IPB). Sejak tahun 2012, Program Studi Teknologi Pangan telah membuka kelas paralel berbahasa Inggris untuk 10 mata kuliah.

Di tingkat Pascasarjana, Program Studi Ilmu Pangan telah menginisiasi kerjasama melalui riset dengan berbagai Universitas di luar Indonesia, seperti Universitas Aachen, Hokaido Agricultural Research Center, Memuro-Jepang, Mie University-Jepang, Gyongsang National University, Jinju, South Korea, Nagasagi University, Ibaraki University, Hokaido University University Kisatso, dan Ryukyus University. Sementara itu program joint degree untuk program magister bidang ilmu pangan juga sedang diinisiasi dengan Curtin University, Australia.

Indikator Kinerja
Indikator kinerja yang digunakan secara umum telah sesuai pada indikator kinerja kunci IPB. Di antara indikator-indikator tersebut, yang dijadikan sebagai indikator kunci (key performance indicators) adalah: (1) rasio keketatan (yang diterima: pelamar); (2) jumlah mahasiswa asing, (3) rata-rata IPK, (4) lama studi, (5) lama tunggu kerja (khusus untuk S1), (6) jumlah publikasi di jurnal nasional terakreditasi, (7) jumlah publikasi internasional, (8) publikasi terindeks scopus/google scholar, dan (9) jumlah teknologi/konsep yang diadopsi oleh masyarakat.