Beranda
Berita
Learning Outcomes Program Doktor Ilmu Pangan

Learning Outcomes Program Doktor Ilmu Pangan

Program / Learning Outcomes / Kurikulum / Sinopsis Matakuliah / E-Learning

Berdasarkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) level 9, kompetensi lulusan magister harus memenuhi tiga 3 (tiga) aspek kompetensi, yaitu (1) aspek kemampuan di bidang kerja; (2) aspek lingkup kerja berdasarkan pengetahuan yang dikuasai; dan (3) aspek kemampuan manajerial. Kompetensi Program Studi Doktor Ilmu Pangan juga memenuhi pilar keilmuan bidang ilmun pangan, yaitu kimia pangan, mikrobiologi pangan, rekayasa proses pangan dan biokimia pangan dan gizi. Berdasarkan hal tersebut, Program Studi Doktor Ilmu Pangan Institut Pertanian Bogor (IPB) bertujuan untuk menghasilkan lulusan dengan kompetensi sebagaimana sebagai berikut:

  1. Aspek kemampuan di bidang kerja. Mampu memecahkan permasalahan sains dan atau teknologi di bidang pangan melalui pendekatan inter, multi atau transdisipliner bidang kimia pangan, mikrobiologi pangan, rekayasa proses pangan, atau biokimia pangan dan gizi untuk menghasilkan pangan yang aman, bermutu, bergizi dan menyehatkan.
  2. Aspek pengetahuan yang dikuasai. Mampu mengembangkan atau menciptakan pengetahuan dan atau teknologi baru dalam bidang kimia pangan, mikrobiologi pangan, rekayasa proses pangan, atau biokimia pangan dan gizi melalui riset berbasis sumberdaya lokal, hingga menghasilkan karya kreatif, original, dan teruji dalam bidang ilmu pangan.
  3. Aspek kemampuan manajerial. Mampu mengelola, memimpin, dan mengembangkan riset dan pengembangan ilmu pangan yang bermanfaat bagi kemaslahatan umat manusia, serta mampu mendapat pengakuan nasional maupun internasional.

Selanjutnya diturunkan rumusan learning outcomes untuk masing-masing kompetensi tersebut sebagai berikut:

Lingkup Kompetensi KKNI

Setelah menyelesaikan program, mahasiswa:

Aspek kemampuan di bidang kerja

  • Mampu mengidentifikasi masalah di bidang pangan yang bersifat baru dan original, merumuskan alternatif pemecahan masalah secara inter, multi- atau trans-disipliner, dan merekomendasikan pemecahan masalah yang terbaik.
  • Mampu berfikir kritis untuk menyelesaikan permasa-lahan pangan dengan berbasiskan teori dasar di bidang kimia pangan, mikrobiologi pangan, rekayasa proses pangan, dan biokimia pangan.

Aspek pengetahuan yang dikuasai

  • Mampu merumuskan teori yang berhubungan dengan struktur, sifat dan interaksi kimia komponen pangan untuk menjelaskan fenomena kimia di tingkat molekuler dalam sistem pangan.
  • Mampu mengevaluasi pengaruh berbagai proses pengolahan dengan kejadian perubahan kimia di tingkat molekuler dalam sistem pangan.
  • Mampu memilih metode analisis pangan yang sesuai dengan sifat bahan, dan mengaplikasinya dalam sistem pangan.
  • Mampu merumuskan mekanisme terkait karakteristik genotip dan fenotip, pertumbuhan, sintas, pengendalian dan metode inaktivasi dan deteksi  mikroba patogen dan pembusuk penting dalam pangan.
  • Mampu menyusun hipotesis tentang karakteristik genotip dan fenotip, faktor pertumbuhan, sintas, pengendalian mikroba yang bermanfaat dalam fermentasi pangan dan produksi metabolit untuk sistem pangan.
  • Mampu memadukan pengetahuan tentang bahaya biologi, kimia maupun fisik untuk sistem pengendalian mutu dan keamanan pangan.
  • Mampu merumuskan konsep dasar dan terapan inovatif yang berhubungan dengan fenomena perpindahan (massa, energi dan momentum), teknologi pengolahan, pengawetan, pengemasan dan penyimpanan pangan.
  • Mampu menguraikan reaksi/fenomena biokimiawi yang terjadi pada sel hingga taraf molekuler.
  • Mampu membuktikan interaksi molekuler komponen pangan pada sistem biologis.

Aspek kemampuan manajerial

 

  • Mampu mengelola dan memimpin kegiatan riset secara mandiri.

13.    Mampu mempresentasikan hasil penelitian dalam bentuk karya ilmiah yang diakui secara nasional maupun internasional.

  • Mampu mengomunikasikan hasil penelitian secara oral dalam pertemuan ilmiah nasional atau internasional.
  • Mampu membangun komitmen dan integritas profesional dan nilai-nilai etika.